Mau tukar Link Di Web ini? Kerjasama?
Mudah dan Gratis, Caranya : Click Disini
Atau  Hubungi Email : mantenyogya@gmail.com
Chat dg Kami :

 
 

.

Menu Gubug Atau Bufe Ya?

Menu Gubug Atau Bufe Ya?, Sebuah pertanyaan yang selalu menjadi pertanyaan penting dalam sebuah pernikahan apalagi memilih katering.

Menu pondokan (foodstall) dalam sebuah resepsi pernikahan sekarang ini lebih banyak diburu oleh para tamu yang hadir ketimbang menu buffet. Menu pondokan apa saja yang sebaiknya Anda pilih?

Menghidangkan makanan buffet dalam porsi yang besar sesuai dengan jumlah undangan atau tamu plus beberapa menu pondokan (food stall) di sebuah resepsi pernikahan kini tidak lagi diminati oleh kebanyakan calon mempelai. Para calon mempelai sekarang lebih suka menghidangkan menu pondokan (food stall) yang lebih banyak, sementara menu buffet hanya dijadikan sebagai pelengkap. Pasalnya, menu pondokan yang hadir di sebagian besar pesta pernikahan justru lebih diminati oleh para tamu yang hadir.

Buffet versus Pondokan

Menurut Junella Tulong, Banquet Operational Manager Sanno Hotel, menu pondokan saat ini lebih banyak
diminati karena adanya kecenderungan para tamu yang lebih suka menyantap makanan pondokan, ketimbang buffet. Jika calon mempelai menggunakan rasio pondokan:buffet = 70:30, tamu-tamu yang datang akan merasa lebih puas ketimbang calon mempelai menghidangkan menu dengan perbandingan sebaliknya.

Diakuinya, perbandingan pondokan:buffet (30 : 70) saat ini sudah kurang diminati karena para tamu biasanya hanya memakan sebagian kecil dari porsi buffet.

"Akibatnya, sisa makanan buffet akan banyak sekali, dan tamu-tamu pun merasa kurang puas, karena mereka mungkin belum kenyang tapi bosan dengan makanan prasmanan, jadi hanya makan sedikit saja," papar Junella.

Beberapa alasan yang menyebabkan enggannya para tamu menyantap hidangan prasmanan adalah bosan, kurang menarik, dan menu yang disajikan tidak bisa disantap terpisah dengan nasi. Ini dapat dimaklumi mengingat menu buffet biasanya merupakan lauk pauk yang disajikan bersama nasi putih atau nasi goreng. Sedangkan menu pondokan, biasanya disajikan sendiri-sendiri atau terpisah. Para tamu tinggal memilih menu pondokan yang diinginkan dengan bebas.

Kondisi semacam ini ditanggapi pula sebagai hal yang lumrah oleh Nancy Laisina, Banquet Sales Manager Grand Tropic Suites’ Hotel. Menurut Nancy, porsi menu pondokan yang lebih besar dibanding buffet saat ini memang mulai digandrungi oleh calon mempelai. Sayangnya, aku Nancy, jika pasangan mengkomposisikan hal seperti itu, maka ia akan mengalami kesulitan untuk menambah lagi jumlahnya untuk item makanan yang sama jika makanan tersebut habis.

"Berbeda dengan menu buffet yang jumlahnya bisa ditambah untuk item yang sama. Misalnya, jika di menu buffet kehabisan nasi goreng, maka pihak katering akan menambahkan jumlah nasi gorengnya jika diminta oleh klien," tukasnya.

Jika menggunakan menu pondokan yang lebih besar, maka calon mempelai harus mencari tempat yang cukup luas dan besar. "Lahan yang dipakai untuk satu pondokan saja sudah besar. Jadi jika menggunakan banyak pondokan, maka calon mempelai harus melihat apakah tempat yang diinginkan cukup luas atau tidak," tutur Nancy.

Menu Pondokan Justru Lebih Mahal

Kendati sudah mulai banyak calon mempelai yang mengikuti trend katering seperti ini, tapi tetap saja muncul perdebatan terutama dari para orangtua calon mempelai. Orangtua calon mempelai biasanya kurang setuju dengan trend baru ini dengan alasan bahwa tamu-tamu tidak akan kenyang jika hanya mendapatkan porsi menu buffet yang lebih sedikit dibandingkan menu pondokan. "Biasanya para orangtua calon mempelai yang suka protes jika anaknya memakai perbandingan seperti itu," Junella mengungkapkan hal ini.

Maka itu, Nancy menyarankan agar sebaiknya perbandingan semacam itu tidak terlalu porsinya untuk pondokan. Misalnya, jika tamu yang diundang sebanyak 500 orang, maka menu buffet yang dipesan sebaiknya untuk 400 porsi, sedangkan menu pondokan adalah sisanya, bisa lima atau enam jenis menu pondokan. Selain itu, untuk menghindari cepat habisnya menu pondokan, maka dibutuhkan "penjaga" makanan yang bertugas mengatur kapan waktunya menu pondokan tersebut dikeluarkan.

"Biasanya memang ada petugas yang menjaga menu makanan pondokan supaya tidak cepat habis. Kalaupun ternyata jumlah piring atau sendoknya sudah habis tapi makanannya masih ada, biasanya tidak langsung dikeluarkan dulu piring yang baru. Jadi, diulur saja biar pas makanannya hingga akhir acara," imbuhnya.

Namun, Junella memberikan resep jika calon mempelai ingin tetap menggunakan rasio pondokan yang lebih besar dari buffet. "Kami menyarankan agar menu pondokan yang dipesan bervariasi agar tamu tidak bosan. Karena makanan adalah salah satu faktor penting dalam pesta pernikahan.

"Dari perbandingan 70% pondokan tersebut, sebaiknya jumlahnya dikalikan dengan 4. Jadi, asumsinya adalah 4 porsi pondokan/orang. Hal ini untuk menghindari adanya kekurangan makanan mengingat porsi pondokan biasanya lebih kecil dari porsi buffet dan para tamu cenderung untuk mencoba makanan dari setiap pondokan. Contohnya, jika tamu undangan sebanyak 600 orang, 70%nya adalah 420 orang. Maka jumlah pondokan yang dipesan harus sekitar 1680 atau 1700 porsi.

Perlu diingat jika Anda menggunakan rasio pondokan yang lebih besar dari buffet, maka dari sisi harga, jauh lebih mahal jika Anda menggunakan perbandingan pondokan yang lebih kecil dari buffet. Di Sanno Hotel sendiri, perbedaannya sekitar 5% saja. Tapi bisa saja di tempat-tempat lain perbedaannya menjadi lebih besar sehingga membuat anggaran pernikahan Anda membengkak.

"Di tempat kami maksimum hanya 5% saja perbedaannya antara memesan menu buffet yang lebih banyak dengan memesan menu pondokan yang lebih banyak," tutur Junella.

Baca Juga Artikel Pernikahan Menarik Lainnya :

Sumber : Weddingku 


.


https://lh5.googleusercontent.com/-130LoXHsChU/U1TG-CaUyXI/AAAAAAAADNE/4Jcm8pYElTU/s508/wedding.gif

http://mahardian.com/gambar/5/banner_lingerie.gif

http://www.indoaffiliate.com/partners/members/images/belahanjiwa/empatenamlapan_x_sembilannol_1.gif

 

 

DI Desain Oleh :rastameridian.com Counter Powered by  RedCounter