Mau tukar Link Di Web ini? Kerjasama?
Mudah dan Gratis, Caranya : Click Disini
Atau  Hubungi Email : mantenyogya@gmail.com
Chat dg Kami :

 
 

.

Mengupas Pernikahan 'Royal Wedding' Putri Sultan Yogyakarta

Rangkaian acara “royal wedding” putri bungsu Sultan Hamengkubuwono X, Raden Ajeng (GRAj) Nurastuti Wijareni dengan Achmad Ubaidillah berlangsung selama empat hari, mulai 16-19 Oktober 2011.

Yuks kita mengupas secara singkat Pernikahan 'Royal Wedding' Putri Sultan Yogyakarta.

Undangan Pernikahan Ekslusive Ala Sultan Yogyakarta
Undangan resepsi pernikahan putri bungsu Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Raden Ajeng (GRAj) Nurastuti Wijareni atau kini bernama Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara, dengan Achmad Ubaidillah, yang kini bergelar Kanjeng Pangeran Harya (KPH) Yudanegara, mulai disebar.

Undangan berukuran sekitar 18 x 30 centimeter, dibuat dari kertas berbahan keras (hard cover). Di bagian sampul, terdapat logo Keraton Yogyakarta di bagian atas, dihiasi emboss (tulisan timbul) berwarna emas.

Mantu, Keraton Yogya Dibanjiri Karangan Bunga
Pernikahan agung putri bungsu Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu Bendara dengan Kanjeng Pangeran Harya Yudanegara benar-benar mendapat sambutan dari tamu undangan. Ratusan karangan bunga mengalir tiada henti dari Senin 17 Oktober 2011 hingga pagi ini, Selasa 18 Oktober 2011.

Dari pintu luar Keben hingga pintu masuk menuju Bangsal Kencono Keraton yang biasanya terbuka untuk turis dibanjiri karangan bunga dengan ukuran setinggi satu meter. Ucapan selamat datang mulai dari Menteri, Gubernur, pengusaha, dan pemilik media.

Berikut ini susunan acara yang sudah dibuat oleh panitia pernikahan Ubai-Reni dan disetujui Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo (adik Sultan HB X) sebagai panitia media center pernikahan tersebut. Di kutip dari tuty. okezone.com

Hari pertama (16/10)
Pukul 09.00 WIB, calon pengantin pria (Achmad Ubaidillah yang bergelar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudhanegara) sudah berada di Ndalem Mangkubumen Keraton bersama keluarga yang didampingi KRT Pujaningrat.

Waktu yang sama untuk calon pengantin putri (Gusti Raden Ajeng (GRAj) Nurastuti Wijareni atau Jeng Reni yang berganti gelar Gusti Kanjeng Ratu Bendoro) mengadakan upacara Pelangkahan dan Ngabekten di Keraton Kilen, tempat tinggal Sultan HB X bersama keluarga.

Pukul 10.00 WIB, Kerabat Keraton KRT Jatiningrat atau Romo Tirun Marwito dan KRT Yudahadiningrat berangkat menjemput calon pengantin pria di Ndalem Mangkubumen untuk nyantri di keraton dengan menaiki kereta.

Waktu yang sama untuk calon pengantin putri, GKR Pembayun (Putri Sulung Sultan HB X) mengutus Bray Suryahadiningrat dan Bray Suryamentaram menjemputnya di Keraton Kilen.

Pukul 11.00 WIB, calon pengantin pria tiba di Regol Magangan lalu menuju Bangsal Kasatriyan dan beristirahat di Gedhong Srikaton. Sementara bagi calon pengantin putri, waktu yang sama tiba di Bangsal Sekar Kedaton dan beristirahat di emper Bangsal Gedhong Prabayeksa. Sekira pukul 20.00 WIB, diadakan Mujahadah di Masjid Panepen, lokasi ijab kabul kedua mempelai.

Hari kedua (17/10)
Pukul 09.00 WIB, siraman calon pengantin putri di Bangsal Sekar Kedaton. Sementara calon pengantin pria mengadakan siraman di Gedong Pompa (kesatriyan) sekira pukul 11.00 WIB.

Sekira pukul 18.00 WIB, upacara tantingan Sri Sultan HB X terhadap putri bungsunya di Emper Prabayeksa. Selanjutnya, sekira pukul 19.30 WIB, dilakukan prosesi midodareni di Bangsal Sekar Kedaton. Sekira pukul 21.00 WIB, Sultan HB X beserta GKR Hemas (Ratu) dan rombongan menuju Bangsal Kasatriyan untuk meninjau semua persiapan calon pengantin pria.

Hari ketiga (18/10)
Ini merupakan puncak acara. Dimulai pukul 06.00 WIB, calon pengantin pria beserta rombongan menuju Bangsal Srimanganti untuk menunggu waktu akad nikah. Pukul 06.30 WIB, Sultan HB X menuju Masjid Panepen. Pukul 06.45 WIB, rombongan calon pengantin pria menuju Masjid Panepen. Pukul 07.00 WIB, prosesi ijab kabul dilakukan di masjid tersebut.

Pukul 08.00 WIB atau usai ijab kabul, pengantin pria dan rombongan kembali ke Bangsal Kesatriyan. Pukul 10.00 WIB, rangkaian upacara Panggih (para tamu undangan sudah hadir). Pengantin pria dari Bangsal Kasatriyan menuju Bangsal Kencono. Begitu juga dengan pengantin putri dari Sekar Kedaton menuju Bangsal Kencono untuk menyambut tamu undangan. Sekira pukul 13.00 WIB, rangkaian upacara Panggih selesai.

Pukul 13.30 WIB, kedua mempelai menuju Bangsal Purworukmi (Kasatriyan) untuk melakukan upacara Tampa Kaya dilanjutkan upacara Dahar Klimah di Gadri Bangsal Kasatriyan. Selanjutnya, rangkaian kirab dan resepsi.

Pukul, 15.30 WIB, kedua mempelai bersama rombongan berangkat dari Bangsal Kasatriyan menuju Regol Keben untuk persiapan menaiki kereta kuda menuju Bangsal Kepatihan (Gedung Gubernur DIY). Prajurit keraton mengiringi Kereta Temanten maupun kereta lainnya.

Pukul 18.00 WIB, Sultan HB X bersama Ratu GKR Hemas dan rombongan menuju Kepatihan menggunakan mobil yang diperkirakan tiba pukul 18.30 WIB. Pukul 19.00 WIB, upacara selamat dari tamu undangan dimulai. Acara resepsi direncanakan selesai sekira pukul 22.00 WIB.

Hari keempat (19/10)
Hari keempat merupakan hari berpamitan bagi pasangan pengantin yang telah sah menjadi suami-istri kepada Sultan di Gedhong Jene sekira pukul 09.00 WIB. Setelahnya, pengantin baru ini bersiap kembali menuju Jakarta.

. .

https://lh5.googleusercontent.com/-130LoXHsChU/U1TG-CaUyXI/AAAAAAAADNE/4Jcm8pYElTU/s508/wedding.gif

 

DI Desain Oleh :rastameridian.com Counter Powered by  RedCounter