Mau tukar Link Di Web ini? Kerjasama?
Mudah dan Gratis, Caranya : Click Disini
Atau  Hubungi Email : mantenyogya@gmail.com
Chat dg Kami :

 
 

.

Menikahi wanita hamil

Mengawini wanita bagi pria adalah suatu hal yang biasa dan lumrah serta sudah berlangsung lama. Sejak dahulu sampai sekarang dan akan terus berlangsung sampai akhir zaman.

Pria yang mengawini wanita itu beragam keadaannya, seperti antara wanita dengan pria yang sama-sama belum pernah kawin, atau sama-sama sudah pernah kawin atau yang satu sudah pernah kawin sedamgkan yang lain belum pernah kawin. Biasa juga perkawinan itu terjadi antara seorang pria dengan wanita dimana wanitanya itu sedang hamil.

Kalau wanita hamil itu secara sah dengan pengertian bahwa wanita itu bersuami secara sah, maka biasanya tidak terjadi perkawinan lagi karena wanita tersebut bersuami dan kalaupun suami menceraikan istrinya yang sedang hamil, maka sang istri itu tidak akan kawin sebelum ‘iddahnya selesai, yaitu melahirkan anak yang ada dalam kandungannya (Q.S At-Thalaq ayat 4).

Kehamilan sebagaimana dijelaskan diatas adalah kehamilan yang wajar dan sah dan tidak ada masalah, sedangkan kehamilan diluar nikah adalah kehamilan tidak dikehendaki, karena didahului dengan perbuatan perzinahan atau perkosaan. Untuk itulah tulisan ini akan mengkaji tentang “Mengawini Wanita Hamil di Luar Nikah”.

Bolehkah mengawini wanita hamil di luar nikah ? 
Dalam hal ini patut dicermati penjelasan Kompilasi Hukum Islam di Indonesia (KHI) Bab VIII pasal 53 tentang kawin hamil yang menyebutkan (ayat 1) seorang wanita hamil diluar nikah, dapat dikawinkan dengan pria yang menghamilinya. Selanjutnya, pada (ayat 2) disebutkan bahwa perkawinan dengan wanita hamil yang disebut pada ayat (1) dapat dilangsungkan tanpa menunggu lebih dahulu kelahiran anaknya. Kemudian pada (ayat 3) disebut bahwa dengan wanita dengan dilangsungkannya perkawinan pada saat wanita hamil, tidak diperlukan perkawinan ulang setelah anak yang dikandung lahir (Kompilasi Hukum Islam di Indonesia, Dep. Agama RI, hal 33).

Informasi yang dikemukakan dalam KHI diatas, menunjukkan bahwa wanita diluar nikah dapat dikawinkan dengan pria yang menhamilinya. Adapun pria yang menghamili itu mungkin dengan cara perzinahan (suka sama suka) atau perkosaan (pria memaksa wanita melakukan persetubuhan) yang mengakibatkan wanita itu hamil. Lalu kemudian dapat diperhatikan tentang berapa orangkah pria yang menzinahi atau memperkosa seorang wanita. Apabila hanya satu orang pria yang melakukan persetubuhan dengan seorang wanita berati pastilah dia yang menghamili wanita tersebut, dan pria tersebutlah yang dapat mengawini wanita hamil diluar nikah tersebut. Tetapi, kemudian timbul permasalahan apabila yang menzinahi atau memperkosa seorang wanita itu ada beberapa pria, sedangkan yang akan mengawini seorang wanita itu hanyalah seorang pria. Siapakah pria yang dipilih untuk mengawini wanita tersebut.

Bolehkah diadakan undian (qur’ah) atau bolehkah wanita tersebut yang akan memilih pasangannya ? Atau apakah diserahkan kepada pria mana saja yang mau mengawini. Ini dalam kondisi semua (beberapa orang) pria yang menzinahi atau memperkosa itu tidak ada yang menolak untuk mengawini wanita tersebut.

Dibalik itu, mungkin semua pria yang menzinahi atau memperkosa itu satupun tidak ada yang mau mengawini. Lalu mencari seorang pria itu tampaknya dilakukan tes DNA yang akan menghasilkan bahwa bibit yang menyebabkan kehamilan seorang wanita adalah dari pria tertentu yang selanjutnya dipandang bahwa pria tersebutlah yang menghamili wanita tersebut walaupun hal ini tidak menjamin 100%. Bila demkian keadaannya maka pria tersebutlah yang dapat mengawini wanita hamil diluar nikah tersebut (menurut KHI).

Dalam keterangan lain (M. Ali Hasan, masail Fiqhiyah Al-Haditsah, hal 88) disebutkan bahwa bila seorang wanita hamil diluar nikah dikawini oleh pria yang menghamilinya (setelah usia kandungan berumur 4 (empat) bulan keatas), maka bayi yang lahir termasuk anak zina dan bila kurang dari 4 (empat) bulan, maka bayi tersebut adalah anak suaminya yang sah. Pendapat lain mengatakan bahwa bayi yang lahir adalah anak zina disebabkan bayi itu adalah bayi diluar nikah walaupun anak itu anaknya secara biologis karena hasil dari sperma dan ovum dari mereka yang menikah (pria mengawini wanita yang dihamilinya). Ini di informasikan bahwa secara biologis, seorang pria yang menghamili seorang wanita berarti anak yang dalam kandungan wanita tersebut dan kemudia lahir berarti adalah anak pria tersebut. Akan tetapi, karena hamil diluar nikah dikatakan anak zina walaupun anak tersebut tidak ada kesalahan apa-apa karena yang salah adalah pria dan wanita yang berzina yang mengakibatkan wanita hamil diluar nikah dan kemudian melahirkan.

Selanjutnya akan deperhatikan pula bagaimana perkawinan seorang pria dengan wanita diluar nikah dan yang menghamilinya adalah orang lain. Hal ini bisa terjadi disebabkan karena pria yang menzinahi (mungkin satu atau beberapa orang) yang sekaligus salah seoranglah diantara mereka yang menghamili ternyata tidak bertanggung jawab. Karena itu, untuk menutup malu, keluarga mencari pria lain yang mau mengawini wanita hamil diluar nikah tersebut baik bersedia suka rela maupun karena ada imbalan yang diberikan pihak wanita. Pertanyaan ini dapat dijawab dengan mengatakan bahwa menurut Imam Abu Yusuf, keduanya tidak boleh dikawinkan karena bila dikawinkan perkawinan itu batal (fasid). Sedangkan Imam Muhammad bin Al-Hasan Al-Syaibani mengatakan bahwa perkawinannya tidak sah, tetapi haram baginya bercampur selama bayi yang dikandungnya belum lahir.

Selain pendapat diatas, M. Ali Hasan (masail Fiqhiyah Al-Haditsah, hal 88) mengatakan bahwa menurut Imam Abu Hanifah dan Syafi’i bahwa perkawinan itu dipandang sah karena tidak terkait dengan perkawinan orang lain (tidak ada masa ‘iddah). Wanita itu boleh juga dicampuri karena tidak mungkin nasab (keturunan) bayi yang dikandung itu ternoda oleh sperma suaminya. Sedangkan bayi tersebut bukan keturunan orang yang mengawini Ibunya itu (anak diluar nikah). Dengan demikian, status anak itu sebagai anak zina.

sumber : majalah mutiara islam

.

.

https://lh4.googleusercontent.com/-GNhai2tXNdk/USMHOiBigdI/AAAAAAAACvE/zK0YvAEQgIk/s498/wo.laris.gif

 

DI Desain Oleh :rastameridian.com Counter Powered by  RedCounter