Mau tukar Link Di Web ini? Kerjasama?
Mudah dan Gratis, Caranya : Click Disini
Atau  Hubungi Email : mantenyogya@gmail.com
Chat dg Kami :

 
 

.

Nikah, Melangkahi kakak duluan

“Menyalip” kakak ke pelaminan kadang menimbulkan rasa sungkan dan serba salah. Bagaimana supaya hubungan cinta dan persaudaraan berjalan harmonis?


Urutan kelahiran terkadang menjadi patokan untuk menentukan papa yang lebih dulu menikah. Masalahnya, jika Anda sudah siap berumah tangga sementara kakak Tercinta masih betah “bersolo karier”, maka mau tak mau Anda mesti melangkahinya melaju ke pelaminan. Agar langkah Anda mulus, pertimbangkan hal-hal berikut.

Doa Restu
Keputusan untuk menikah tentunya tidak datang secara mendadak. Dalam arti, Anda dan pasangan mestinya sih memiliki waktu sekian lama untuk mempertimbangkan keputusan tersebut, sebelum akhirnya menetapkan tanggal. Jika mungkin, libatkan kakak Anda dalam proses pengambilan keputusan untuk menikah. Jajaki pendapatnya apabila Anda lebih dulu menikah dibandingkan dirinya. Diskusikan pula hal ini dengan orangtua dan saudara lainnya.

Utarakan hal-hal yang mendasari keputusan Anda dan pasangan untuk menikah, dan mintalah pengertian dari pihak keluarga. Meskipun keputusan untuk menikah sudah bulat, dengarkan pendapat kakak Anda dan jangan bersikap keras kepala dengan menuntut ia harus bersedia dilanglahi. Ketimbang memaksa, mintalah doa restu darinya supaya pernikahan Anda berjalan lancar.

Hadapi Lingkungan
Saat ini menikah lebih dulu dari saudara yang lebih tua bukan lagi hal yang luar biasa. Yang dilangkahi juga biasanya sudah tidak menganggap hal ini sebagai masalah besar. Namun, seringkali keruwetan justru datang dari lingkungan. Image buruk kerap melekat pada diri orang yang dilangkahi. Pasalnya, ada stigma bahwa seorang kakak yang ditinggal kawin adiknya akan sulit jodoh.

Komentar bernada miring yang datang terus-menerus dari lingkungan bisa membuat seseorang merasa tertekan. Jadi, meski kakak Anda merasa fine-fine saja bila adiknya menikah duluan, lama-kelamaan ia bisa kewalahan juga menghadapi lingkungan yang menuntutnya segera menikah pula. Maka, dampingi kakak Anda dan bantu menghindari komentar yang bisa menjatuhkan dirinya di mata lingkungan

Tanyakan Keinginannya
Di beberapa daerah, ada tradisi untuk menyerahkan tanda mata kepada kakak yang akan didahului menikah. Meski Anda tidak fanatik pada adat, tak ada salahnya memberikan semacam kenang-kenangan kepada kakak Anda. Katakan hadiah itu merupakan tanda cinta sekaligus ucapan terima kasih atas dukungan dan pengertiannya terhadap pernikahan Anda berdua.

Supaya sesuai keinginan, tanyakan dulu barang apa yang diinginkannya. Jika mampu, tak ada salahnya memenuhi permintaannya. Sesekali 'menyogok' untuk menyenangkan hati kakak, boleh juga, kan? Tenang saja, biasanya seorang kakak cukup pengertian dan tidak akan membuat Anda dan talon suami bangkrut sebelum menikah.

Ajak Terlibat
Setelah mendapatkan persetujuan dari kakak, libatkan ia dalam merencanakan upacara pernikahan. Misalnya, dengan membantu memilih kartu undangan, ikut mencicipi makanan dan menentukan menu katering, serta menemani survei lokasi acara. Tularkan aura bahagia yang Anda rasakan kepadanya, sehingga ia juga turut bersemangat menyambut pernikahan Anda. Dengan ikut 'terjun' mengurusi salah satu momen terpenting dalam kehidupan Anda, kakak Anda juga akan merasa menempati posisi penting dan menjadi bagian dalam kehidupan adiknya.

Resepsi Sederhana
Resepsi pernikahan yang sederhana bisa meredam kesedihan yang mungkin dirasakan kakak Anda karena ditinggal menikah. Selain itu, banyak untungnya juga kok, merayakan pernikahan secara bersahaja. Biaya yang keluar lebih sedikit. Anda bisa memanfaatkannya untuk keperluan lain pasca resepsi.

Mak Comblang!
Akad nikah dan resepsi pernikahan biasanya banyak melibatkan jumlah personel, baik yang datang dari pihak keluarga besar maupun rekan sejawat. Saat itu pula biasanya perhatian orang 'sejagat' akan tertuju pada diri pasangan pengantin dan keluarga intinya. Berita tentang pasangan pengantin yang melangkahi kakaknya pasti sudah beredar santer di antara para tamu yang terbilang kerabat dekat.

Bila kakak Anda belum punya gandengan tetap, bantulah ia menyelamatkan diri dari 'sasaran tembak' para penggosip iseng dengan mencarikannya partner kencan untuk menghadiri resepsi pernikahan Anda. Siapa tahu, kencan singkat tersebut berlanjut menjadi hubungan yang lebih serius clan pada akhirnya kakak Anda bisa menyusul ke penghulu.

Jangan Pamer
Status pengantin baru bukan alasan Anda boleh mengabaikan perasaan saudara yang ditinggal menikah. Tunjukkan empati dengan cara tidak mengumbar kemesraan ketika berada di dekatnya. Jangan kesal dulu, hal ini hanya untuk sementara saja kok, sekadar sampai pernikahan Anda lenyap gaungnya. Setelahnya, Anda bisa bebas mengekspresikan kasih sayang kepada pasangan tercinta.

Ada baiknya pula untuk tinggal terpisah dari orangtua setelah menikah, untuk menjaga perasaan kakak Anda. Bukan hanya itu, tinggal terpisah juga penting bagi kemandirian berdua.

Orang Ketiga
Segala langkah dan bujukan sudah dilakukan, namun kakak tersayang tetap enggan dilangkahi? Mungkin Anda perlu bantuan orang ketiga. Bisa dari pihak keluarga besar maupun sahabat dekat kakak Anda. Mintalah pertolongan mereka untuk memberi pengertian kepada kakak Anda, bahwa meski Anda menikah duluan, ia tetap masih berpeluang menemukan kebahagiaan. Tekankan bahwa pernikahan bukanlah ajang kompetisi untuk menentukan siapa yang lebih unggul dibandingkan saudaranya.


Sumber : Chic Mei 2008

.

.

https://lh4.googleusercontent.com/-GNhai2tXNdk/USMHOiBigdI/AAAAAAAACvE/zK0YvAEQgIk/s498/wo.laris.gif

 

DI Desain Oleh :rastameridian.com Counter Powered by  RedCounter