Selasa, 21 Januari 2020

Menunggu mapan atau menikah dulu?

Menunggu mapan atau menikah dulu?
Mau menikah atau tidak, itu adalah pilihan pribadi seseorang dan gak perlu memaksakan untuk menyamakan kehendak. Tapi, jika kamu adalah orang yang memilih untuk menikah dan sudah punya pasangan kamu perlu menyamakan standar mapan dengan pasangan.

Jika sudah sepakat, gak ada salahnya untuk segera menikah. Ingat, segera dengan terburu-buru adalah hal berbeda ya. Simak alasan kenapa kamu sebaiknya menyegerakan menikah.

1. Standar mapan yang berbeda-beda dan umumnya akan terus meningkat
Tidak salah kok jika kamu tidak ingin hidup pas-pasan apalagi susah setelah menikah. Akan tetapi, bagaimanapun juga manusia punya sifat dasar yang tidak pernah puas. Misalnya, saat ini kamu menetapkan standar mapan ketika berhasil mendapatkan posisi strategis di perusahaan tempatmu bekerja.

Niscaya setelah kamu mendapatkannya, kamu akan menetapkan target yang lain, seperti memiliki rumah pribadi, kendaraan, traveling, tabungan, dan sebagainya. Jika pola pikir seperti ini terus dipelihara, lantas kapan kamu akan merasa benar-benar mapan dan siap menikah?

2. Jalan menuju mapan itu penuh liku, kamu butuh teman untuk meringankan bebanmu
Percayalah, kehidupan bukan hanya perihal harta dan karier, keduanya hanyalah secuil bumbu dalam jalan hidup yang panjang. Dengan menikah, artinya kamu memiliki teman yang setia mendampingimu dalam setiap langkah yang kamu lalui.

Sebab jalan menuju mapan itu tidak mudah, maka kamu membutuhkan dia yang bisa memberikan motivasi saat kamu memerlukannya, menutupi kekuranganmu, meringankan bebanmu, hingga pada akhirnya, kalian bisa mencapai kemapanan itu bersama-sama.

3. Mengingat kesuksesan yang kalian dapatkan adalah berkat doa dan jerih payah bersama
Berjuang meraih kemapanan bersama-sama lebih greget ketimbang berjuang sendiri lho. Dengan begitu, setiap susah senang yang kalian lalui akan menjadi kenangan manis yang membuat kalian senantiasa bersyukur dan menghargai apa yang telah kalian dapatkan sekecil apa pun itu.

Kamu juga akan diingatkan bahwa apa pun yang sudah kamu dapat saat ini adalah berkat jerih payahmu dan dirinya, sehingga hubungan kalian akan jauh dari suasana superior atau menganggap diri sendiri lebih hebat.

4. Kemewahan sama sekali bukan tolok ukur dari kebahagiaan
Salah besar jika kamu mengaitkan kehidupan yang mapan dan serba ada dengan pernikahan yang bahagia. Baiklah, harta bisa jadi salah satu faktor pendukung kebahagiaan. Akan tetapi bukan berarti kemewahan memiliki peran dominan dalam menentukan kebahagiaan. Sudah banyak contoh di mana orang-orang yang hidup dengan kemewahan dan popularitas nyatanya menyimpan depresi dan ketidakbahagiaan.

Bahagia itu juga tentang bagaimana kita mensyukuri apa yang kita miliki, seperti rezeki, keluarga, lingkungan yang baik, juga pasangan yang baik. Masih banyak lagi cara lain yang bisa kamu lakukan untuk mencari kebahagiaan selain dengan harta.

5. Bagaimanapun juga, keseriusan itu hanya bisa dibuktikan dengan melamar
Pada dasarnya, yang sudah dipacari lama tetap akan kalah dengan yang melamar duluan. Kalau sudah pacaran dalam hitungan tahun, bukan tidak mungkin si dia atau orang tuanya akan mempertanyakan keseriusanmu. Bisa jadi mereka justru beranggapan bahwa ingin mapan dulu hanyalah alasanmu untuk terus menunda pernikahan. Bukannya bermaksud menakut-nakuti, tapi alasan ini wajib banget kamu pertimbangkan.

Poin-poin di atas sama sekali tidak bermaksud menyuruh kamu terburu-buru. Hanya saja, jika kemapanan adalah satu-satunya alasanmu menunda pernikahan, maka jauh lebih baik kalau kamu menyegerakannya saja.

[sumber : idntimes.com]
Previous Post
Next Post