Minggu, 19 Januari 2020

Ternyata Pria Lebih Susah Move On

Susah Move On
Yang umum dipercaya, cowok itu mudah tertarik, mudah jatuh cinta, mudah move on, dan mudah pula melupakan mantan. Buktinya, setelah putus cinta, gampang saja bagi mereka untuk nge-date dengan orang baru. Sementara cewek masih bergelimang dengan patah hati yang menghabiskan persediaan tisu. Tapi apa iya selalu begitu?

Unik ya, karena yang kita lihat kebanyakan putus cinta lebih menyakitkan bagi cewek. Mungkin ini beberapa alasan yang bisa menjelaskan kenapa cowok lebih susah move on.

1. Bukan rahasia lagi bila Pria punya ego tinggi.
Cowok dan egonya tentu bukan relasi yang mengejutkan lagi. Mungkin ini bagian dari konsekuensi produk patriarki yang menempatkan cowok sebagai pengambil inisiatif. Termasuk soal hubungan asmara. Lantas, ketika dia ditinggalkan oleh pasangannya, cowok nggak hanya kehilangan pacar, melainkan secuil rasa percaya dirinya ikut diambil. Apalagi kalau mantan pacarnya bisa dengan cepat mendapatkan pengganti. Mungkin benar bahwa yang membuat cowok susah move on adalah rasa sulit menerima bahwa ada orang lain yang bisa lebih membuat pasangannya bahagia.

2. Wanita mudah curhat kepada sahabat saat patah hati, pria “dipaksa” untuk menyimpan semuanya sendiri
Lagi-lagi kerangka patriarki berhasil membuat kotak-kotak yang membatasi baik perempuan maupun laki-laki. Cowok ditempatkan di kotak yang mengharuskan dia selalu kuat, nggak boleh bersedih berlebihan apalagi sampai menangis, dan harus bisa menyelesaikan masalahnya seorang diri apa pun yang terjadi. Termasuk saat patah hati.

Sementara cewek bisa curhat ke teman-teman ataupun minta saran untuk mengatasi patah hati supaya bisa cepat move on, cowok dipaksa untuk menyimpan semuanya sendiri. Maka dia akan cenderung bersikap seolah-olah baik-baik saja, dan lukanya dipendam sendiri. Padahal luka kalau dipendam dan nggak segera diobati, akan seakin sulit pula kan sembuhnya?

3. Wanita lebih mudah “cinta mati-matian” daripada cowok. Dan ketika cowok melakukannya, jelas bukan hal yang main-main saja

Memang nggak semua, tapi kebanyakan cewek berinvestasi hati lebih banyak dalam sebuah hubungan. Cewek cenderung lebih mudah tiba di tahap menganggap hubungan sangat serius, dan karenanya, dia pun cinta mati pada pasangannya. Lebih sulit bagi cowok untuk tiba di tahap “cinta mati” seperti ini, karenanya, ketika cowok benar-benar jatuh cinta dan serius, itu bukanlah hal yang sederhana. Gabungan antara ekspektasi yang tinggi dan “penyerahan diri seutuhnya” yang berbeda ini tentu akan membawa luka yang lebih hebat ketika hubungan harus kandas di tengah jalan.

4. Pria kurang bisa menangkap sinyal bahaya dari hubungan yang rapuh. Ketika akhirnya berakhir, rasa shock itu jadi susah tersingkir

Kehilangan yang tiba-tiba meninggalkan luka yang lebih dalam dibandingkan kehilangan yang sudah diperkirakan sebelumnya. Hal inilah yang terjadi dalam sebuah hubungan yang kandas. Sebenarnya, nggak ada hubungan yang kandas secara tiba-tiba. Pasti ada tanda-tanda dan sinyal-sinyal keretakan yang terjadi sebelumnya. Sayangnya, cowok nggak bisa sepeka cewek untuk menangkap sinyal-sinyal ini. Jadi, ketika akhirnya benar-benar berakhir, hal itu menimbulkan rasa shock yang lebih hebat bagi cowok. Rasa sesal, amarah, dan rasa terkejut itu yang meninggalkan bekas lebih besar.

Itulah beberapa alasan yang mungkin jadi penyebab cowok lebih sulit move on setelah putus cinta. Namun, nggak peduli gender apa pun itu, putus cinta dan patah hati memang berat dan menimbulkan luka. Masa recovery dan cara untuk memulihkan hati setiap orang pun berbeda-beda.

Kepada cowok yang sedang patah hati, nggak apa-apa kok mengakui bahwa hatimu sakit sekali. Mungkin dengan begitu, kamu lebih mudah melewati masa-masa sulit ini.
Previous Post
Next Post